Langsung ke konten utama

Postingan

Penerimaan.

Tulisan ini tentang penerimaan diri. Tentang bagaimana aku menerima diriku. Menerima diri sendiri itu penting, demi bahagia. Pernah dengar bahagia itu sederhana? Itu benar. Kuncinya adalah menerima dirimu. Baik segala lebih dan kurangmu. Tidak apa jika kamu merasa kurang, asal kemudian kamu berusaha memperbaiki . Kearah yang lebih baik, tentu. Namun, Terimalah apa adanya dirimu. Ada orang yang kita lihat diciptakan sebegitu sempurna, melakukan segalanya pun bisa, melihatnya membuat kita merasa kecil dan rendah. Ada orang yang kita lihat diciptakan serba kurang, kecil bahkan buruk, melihatnya membuat kita merasa ada diatasnya. Padahal itu hanya apa yang kita lihat. Semua orang diciptakan sesuai dengan perannya didunia. Seperti halnya ketika kita sekolah. Ada yang berperan sebagai siswa terpintar, teraktif, tercantik, terpendiam dan sebagainya. Pun sama dengan kita, diciptakan sesuai dengan apa yang akan kita perankan didunia. Yang harus kita lakukan adalah mengubah pola pikir
Postingan terbaru

Why my life feel so hard?

Semua sama. Aku yakin everyone feel the same. Bedanya kita ngga tau seberapa berat hidup mereka, karena kita hanya tau bagian luarnya saja. Semua orang punya hal 'berat' dalam hidupnya.  Bukan aku, kamu, saja yang mempunyai masalah. Jadi berhentilah merasa paling menderita. Semua punya beban hidupnya masing-masing. Sesuai dengan kemampuannya. Masalah hidup tidak bisa kita banding-bandingkan dengan orang lain. Karena sungguh, hanya diri sendiri yang tahu seberapa berat masalah yang kita pikul. Semua ada didalam, tertutupi. Yang kita lihat hanya bahagianya. Atau sebaliknya, orang yang terlihat murung dan menyedihkan bisa jadi hidupnya lebih bahagia daripada kita yang kelihatan sering tertawa . Masalah itu berbagai bentuk. Rumit. Dan terus-menerus. Karena hidup itu tentang bagaimana kita belajar dari berbagai hal yang kita hadapi. Bagaimana kita bersyukur mendapat kesempatan merasakan berbagai hal. Jadi berhenti yaa merasa paling menyedihkan :) Semua beruntung. Bisa jadi ke

Menjadi hits.

Kayaknya banyak orang mau dan pengen jadi famous. Menjadi famous itu sesuatu yang dibanggakan, di dunia. Dari dulu, dari SD aku adalah siswa yang berada dibarisan paling tidak dikenal, sebagai anak yang sangattt pemalu dan pendiam. Ya itu adalah peranku disekolah. Tentu saja, untuk orang berkepribadian seperti 'aku ' jauh dari kata famous. Aku tidak pernah iri pada orang-orang yang dikenal banyak orang. Tak masalah, bagiku hidup tenang adalah hidup dengan tak dikenal banyak orang. Aku tidak bilang bahwa famous itu hal yang buruk. Menjadi famous karena hal positif itu membanggakan, menginspirasi dan menyenangkan. Tetapi setiap hal pasti ada sisi baik dan buruk. Tapi aku tak ingin membahasnya. Suatu kesalahan, ketika kita melakukan segala cara untuk menjadi terkenal. Melakukan sesuatu yang bahkan merugikan diri sendiri untuk menjadi terkenal. Oalah. Buat apa toh terkenal tapi rugi. Ayolah, menjadi terkenal dengan hal positif. Menjadi dikenal dan menginspirasi orang lain d

Don't trust too much.

Jangan terlalu percaya. Yup. This points. Terkadang seseorang yang gampang percaya justru dekat sekali dengan rasa kecewa. Seperti aku dulu. Aku sangat percaya pada temanku, karena ku pikir dia adalah teman yang dengannya rahasiaku takkan tersebar. Aku menceritakan segala yang aku alami padanya bahkan hal termenyakitkan dalam hidupku saja aku ceritakan. Aku pikir bagaimana mungkin teman yang sangat aku sayangi dan percayai akan menyebarkan hal hal yang aku luapkan padanya? Aku sangat percaya padanya. Namun apa yang aku dapat? Rasa kecewa yang teramat sangat. Bagiku, cukup sekali aku mengalaminya. Takkan lagi aku terlalu percaya. Orang yang kita pikir sangat dapat kita percaya, namun menimbulkan rasa kecewa. Sakit sekali rasanya, ketika kepercayaan dikhianati. Aku belajar bahwa sedekat apapun, secinta apapun, seerat apapun hubungan dengan seseorang jangan pernah sangat percaya jika tak ingin amat kecewa. Bukan berarti tidak ada orang yang dapat dipercaya didunia ini. Dan bukan

Jangan iri dan berkecil hati.

Orang yang kita kira hidupnya menyenangkan belum tentu aslinya lebih bahagia dari kita yang biasa saja. Ketika kita iri pada kehidupan orang lain yang bisa melakukan segalanya, harus selalu ingat bahwa iri itu penyakit hati, yang harusnya kita hindari. Pun berkecil hati, merasa rendah dari yang lain, merasa hidup kita tak sebahagia orang lain, harus selalu ingat bahwa semua orang punya porsi kebahagiaannya masing masing. Selama kita bersyukur kebahagiaan akan selalu menyertai kita. Ketika kita iri melihat seseorang selalu jalan jalan, sedangkan kita hanya rebahan, sudahlah, untuk apa selalu berjalan jalan menghabiskan banyak uang, hanya untuk feed Instagram, jalan jalan sesekali memang diperlukan, tidak harus selalu, tidak harus setiap weekend, dirumahpun kita bisa berjalan jalan, keluar rumah membeli sesuatu itu juga jalan kan? Tidak perlu jauh jauh, berefreshing juga bisa dilakukan didalam kamar, melakukan hal yang kita sukai, mendengarkan musik favorite kita atau menonton drama k

Jika orang lain tak menghargaimu.

Biarkanlah. Toh, tanpa dihargainya kita sudah berharga. Ketika kamu melakukan hal hal baik tetapi tidak ada yang menghargai, memang tujuanmu berbuat baik adalah untuk dihargainya? Jangan lupakan Allah yang tidak akan pernah lupa kebaikan yang kita buat. Anehnya, ketika seseorang berbuat baik tanpa mendapatkan hal baik dari yang kita baiki, malah dianggap dimanfaatkan. Lah, memangnya tujuan berbuat baik itu untuk mendapatkan umpan balik ya? Sekali lagi, jangan lupakan Allah yang akan senantiasa memberikan umpan balik lebih dari apa yang kita lakukan. Dimanfaatkan itu tidak akan membuat kita terlihat bodoh, pernah mendengar kan kalo Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain? So selagi apa yang kita lakukan itu baik dan bermanfaat bagi orang lain, meskipun tidak mendapatkan 'feedback' secara langsung dari yang kita baiki (tidak dihargai) tetap lakukanlah. Ketika kita menyukai sesuatu, tetapi ada seseorang yang tidak menghargainya. Mereka menganggap

Menjadi Maba.

Menjadi Maba, aku tidak begitu excited. Aku tak begitu bersemangat. Karena aku takut, tidak bisa beradaptasi di dunia perkuliahan. Bagi sebagian orang mungkin menjadi mahasiswa baru itu merasa antusias, dan tidak sabar karena membayangkan akan banyak hal yang menyenangkan. Bagiku tidak, bahkan aku pernah berpikir untuk tidak mengambil apa yang sudah aku dapatkan. Karena, aku terlalu takut menghadapi dunia luar, aku ingin selalu menjadi anak sekolahan, dan aku tau itu sebuah kemustahilan. Sekarang aku sudah menjadi mahasiswa baru, dan benar sekali dugaanku, aku sulit sekali beradaptasi, beradaptasi bagiku adalah hal yang sangaaat menguras tenaga. Tetapi, ada sedikit hal yang menurutku menyenangkan. Menjadi Maba membuat ku belajar bagaimana caranya mandiri. Bagiku, seorang anak yang seumur hidup belum pernah jauh dari orangtua tentu sulit sekali rasanya melakukan apapun sendirian. Itu menjadi sebuah pelajaran bagiku, dan itu menyenangkan, apalagi bagian membelanjakan uang saku bula