Postingan

kita bukan saingan.

Kadang ngerasa sedih banget kalau kita dianggap saingan sama orang-orang disekeliling kita. Padahal yaaa menurutku kita bukan saingan. Dalam hidup juga rezeki kita sudah ada masing-masing, sudah diatur sedemikian rupa tinggal kita usaha sebisa kita. Aku ngeliat orang-orang bahagia, aku ikut bahagia. Aku ngeliat orang-orang sukses, ya aku ikut bangga. Aku ngeliat orang-orang punya jalan yang berbeda-beda, yaa biasa aja. Ada yang memilih kerja, kuliah, menikah, ataupun bahkan menganggur, yasudah mungkin memang itu sudah jalan mereka. Ada yang lebih sukses diusiaku, aku jadikan itu motivasi bukan sebagai sainganku yang bisa buat rasa insecure timbul. Kadang yaa memang beberapa waktu aku insecure dan merasa rendah diri, tapi sekali lagi kita bukan saingan dan rezeki sudah diatur masing-masing. Aku punya rezekiku sendiri, mungkin ngga sekarang tapi nanti. Hidup didunia itu menurutku perlu saling menyemangati. Bukan satu sama lain merasa tersaingi. Daripada memelihara penyakit hati bukanya l...

maybe you're gonna be the one that saves me

Gambar
Pernah tidak? Membayangkan menemukan seseorang yang sama dengan kita. Bukan sefrekuensi atau apapun itu tapi sama persis. Membayangkan bertemu dengan  manusia yang sama dengan aku. Pandangan hidupnya, pola pikirnya, caranya melihat dunia, bahkan fisiknya. Kalau aku sih mau. Sama orang yang sama persis dengan aku. Semisal, dalam pandangannya tentang percintaan, bahwa cinta itu 1 untuk selamanya. Tidak bisa bercabang ataupun terganti. Rasanya asyik banget kalau sampai ketemu manusia yang pandangannya sama seperti ini. Hihi Aku memang ngga sempurna sih. Tapi kalau aku ketemu orang yang sama dengan aku, aku suka. Tapi ada kecualinya, kepribadianku yang banyak diam dan tidak bisa mengungkap apa yang aku rasa dengan benar.    Bermimpi punya 1 manusia yang sama selera, yang kita bisa kemana-mana bersama-sama. Mengunjungi kebun binatang dan melihat semua hewan, pergi ke perpustakaan sambil minum teh atau kopi sehabis itu tukar informasi, pergi ke tempat makan yang enak-enak, dan ...

KM3 fweek for memories

Gambar
"SS alias Selamat dan Semangat keluar dari zona nyaman. Berpijak pada 1 tanggung jawab yang semoga bisa buatmu berkembang" ucapku pada aku di minggu pertama. Takut dan Khawatir bercampur menjadi satu berubah menjadi malas. Tapi yaaa, masa rasa malas dibiarkan begitu saja?  Satu hal yang menarik dari kegiatanku yang baru ini adalah lebih dekat dengan anak-anak. yaaa aku suka berbincang dengan anak kecil karena lucu bagiku. Dan tidak membuatku takut dan gugup. Berbeda dengan ketika aku berbincang dengan orang dewasa seumuran atau lebih tua yang aku belum mengenalnya minimal tiga tahun, menatap matanya saja aku takut. Karena yaaa bisa lihat aku cerita panjang lebar tanpa gugup dan tertawa lepas itu artinya kamu sudah dekat denganku minimal 3 tahun, kalau kurang dari itu berarti aku cocok dengan lawan bicaraku. Ada satu percakapan yang aku pikir lucu untuk diceritakan. "Namanya siapa dek?" "Alya bu" "Oh alya, kelas berapa?" "2 bu" "Oal...

Bye for 2021, happy for 2022.

Tahun 2021 aku itu tentang ikhlas. Mengikhlaskan segala hal yang telah berubah. Tentang usia yang sudah tak lagi belasan. Tentang orang-orang di sekitar yang mulai menunjukkan perubahan. Tentang pemikiran-pemikiran yang sudah dituntut dewasa. Tentang tanggung jawab yang sudah semakin berat. Semua kesedihan, kebahagiaan, keraguan, kebingungan, kegembiraan harus kita hadapi dengan keikhlasan. Lega rasanya sudah melewati 2021 dengan sebaik yang aku bisa. Meski ada banyak mimpi-mimpi yang terlewati. Resolusi yang tidak sengaja terlupakan. Namun banyak hal baru yang datang diluar ekspetasi. Benar ternyata. Hidup itu petualangan. Kita tidak bisa memilih apa saja yang akan kita temui. Rasa sedih kah, rasa senang kah, semua ternyata ada diwaktu yang sudah ditentukan dan pasti. Aku ikhlas melepas 2021, namun dengan sedikit tidak rela. Meski ikhlas sendiri seharusnya sudah tidak ada kata namun. Tidak rela rasanya melepas kenangan-kenangan luar biasa ditahun 2021, Tentang aku yang sudah berani ke...

#1 Ara Experience : Jalan-Jalan ke Kota Lama Semarang

Gambar
Halooo. Kali ini aku mau cerita. Atau curcol sih kayaknya soalnya menarik aja buat aku ceritain. Soalnya banyak dramanya hihi. Jadi aku pengen berbagi pengalaman aku waktu aku jalan-jalan di kota lama Semarang. Oke mulai yaa, cekidot. Jadi aku kesana tu bareng temenku boncengan berdua gitu, cewe sama cewe yaa. Aku kenal dia pas acara resear ch night di UKM ku. Jadi aku sama dia satu UKM. Awalnya kita DMan di Instagram gitu, terus kita bahas tu ada pameran Buku besar-besaran di Kota Lama. Akhirnya kita rencanain kesana deh. Aku seneng banget kalo punya temen. Nah pas hari kita mau OTW dramapun dimulai. HP kentang aku mati total cuma ada bunyi doang tapi ganyala gegara nyoba filter Instagram. Oalah, bayangin aja gimana kita bisa kabar-kabaran.  Dia udah nelponin berkali-kali tapi hpku cuma bunyi doang ndak nyala. Tapi Alhamdulillah aku pinjem hp temen sebelah kamar kosku buat searching gimana cara ngerestart hp yang gamau nyala dan akhirnya bisaa. Terimakasih Allah ♡ Ganyampe situ,...

Aku.

Gambar
 7300 hari berpetualang. 630.720.000 pengalaman yang aku punya. Karena hidup adalah sebuah kesempatan menjelajahi,  harusnya  digunakan dengan sebaik-baiknya, untuk bekal kita kembali. Aku mungkin tidak hebat, sangat tidak hebat. Belum ada banyak hal yang aku lakukan yang membuat orang disekitarku bangga. Belum bisa punya banyak pengalaman serta prestasi seperti layaknya anak seusiaku, ah tapi sekarang aku bukan lagi  anak. Tapi harus digaris bawahi, bahwa manusia itu bagaimanapun berbeda. Ada yang terlahir dengan bakatnya, ada yang harus berusaha keras terlebih dahulu baru bisa berbakat. Ada orang yang cepat meraih kesuksesanya adapula yang lamban menuju kejayaan. Semua hanya masalah waktu. Karena yang terburuk kelakpun bisa jadi yang terbaik esok. Aku senang. Bisa diberikan kesempatan berpetualang didunia yang Tuhan ciptakan. Bisa bertemu orang-orang yang aku sayang dan sayang padaku. Pun bisa bertemu orang yang tidak suka denganku, karena aku butuh mereka untuk ak...

Penerimaan.

Tulisan ini tentang penerimaan diri. Tentang bagaimana aku menerima diriku. Menerima diri sendiri itu penting, demi bahagia. Pernah dengar bahagia itu sederhana? Itu benar. Kuncinya adalah menerima dirimu. Baik segala lebih dan kurangmu. Tidak apa jika kamu merasa kurang, asal kemudian kamu berusaha memperbaiki . Kearah yang lebih baik, tentu. Namun, Terimalah apa adanya dirimu. Ada orang yang kita lihat diciptakan sebegitu sempurna, melakukan segalanya pun bisa, melihatnya membuat kita merasa kecil dan rendah. Ada orang yang kita lihat diciptakan serba kurang, kecil bahkan buruk, melihatnya membuat kita merasa ada diatasnya. Padahal itu hanya apa yang kita lihat. Semua orang diciptakan sesuai dengan perannya didunia. Seperti halnya ketika kita sekolah. Ada yang berperan sebagai siswa terpintar, teraktif, tercantik, terpendiam dan sebagainya. Pun sama dengan kita, diciptakan sesuai dengan apa yang akan kita perankan didunia. Yang harus kita lakukan adalah mengubah pola pikir ...